//
Tentang

SIPKD merupakan seperangkat aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektifitas implementasi berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah yang didasarkan pada asas efisiensi, ekonomis, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel.

Secara substansial aplikasi SIPKD dibagi menjadi 2 (dua) bagian, terdiri dari Core system dan Non Core System.

  • Core System dibagi menjadi 4 (empat) modul, terdiri dari Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, serta Pertanggung-jawaban.
  • Non Core System dibagi menjadi 5 (lima) modul, terdiri dari Pinjaman, Piutang, Aset, Gaji dan Sistem Informasi Eksekutif.

Modul Core System

Modul Core System merupakan modul aplikasi inti dari SIPKD, terdiri dari modul perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan serta pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang terintegrasi dalam sebuah sistem, baik dalam lingkungan operasi online maupun offline.

Gambaran singkat ruang lingkup dari masing masing modul aplikasi adalah sebagai berikut:

Modul Perencanaan

Modul aplikasi yang mendukung pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran dari RPJMD dan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). RKPD memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan dan kewajiban daerah, rencana kerja yang terukur dan pendanaannya, baik yang bersumber dari pemerintah, pemerintah daerah maupun kemitraan dan partisipasi masyarakat. Output utama dari aplikasi ini adalah dokumen RKPD yang menjadi dasar penyusunan anggaran di tahapan berikutnya.

Modul Penganggaran

Modul Penganggaran Modul aplikasi yang mendukung pemerintah daerah dalam proses penyusunan anggaran, diimulai dengan penyiapan KUA dan PPAS. Modul ini memberikan fasilitas penyusunan RKA-SKPD dan RKA-PPKD, yang akan digunakan dalam proses penyusunan rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dan rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD. Modul ini dikembangkan dalam beberapa pengelompokan yang menggambarkan tahapan-tahapan penyusunan, pengesahan dan penetapan APBD, yaitu pembahasan KUA dan PPAS, penyusunan RKA dan penyusunan serta pengesahan rancangan Peraturan Daerah tentang APBD, dan penetapan APBD sebagai tahapan terakhir yang kemudian menjadi sumber data untuk penyiapan dokumen pelaksanaan dan pertanggiungjawaban pelaksanaan APBD.

Modul Pelaksanaan dan Penatausahaan

Modul aplikasi yang mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan pelaksanaan dan penatausahaan APBD, baik di tingkat Bendahara, PPK SKPD, Pengguna Anggaran maupun BUD.

Modul ini diawali dengan fasilitas penyiapan SPD oleh BUD. Selanjutnya, modul SPP yang dioperasikan oleh bendahara baik bendahara di tingkat SKPD maupun bendahara di tingkat PPKD, yang akan menghasilkan format-format SPP baik UP, GU, TU, maupun LS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Modul SPM dioperasikan oleh PPK SKPD setelah melakukan verifikasi atas SPP yang diajukan untuk menghasilkan dokumen SPM sebagai dasar penerbitan SP2D oleh Kuasa BUD. Pada tahapan ini PPK SKPD melakukan validasi atas inputan SPP yang sudah dilakukan Bendahara. Mekanisme ini menjamin efisiensi proses pengajuan dana sekaligus meningkatkan efektifitas kontrol yang secara otomatis dilakukan sistem sejak SPP disiapkan.

Pada aspek penerimaan, modul penatausahaan penerimaan mengakomodasi dua kemungkinan mekanisme penerimaan, yaitu penerimaan yang diserahkan melalaui bendahara penerimaan dan penerimaan yang langsung ditransfer ke Kas Daerah. Modul juga memberikan fasilitas atas penyiapan dokumen transaksi yang digunakan seperti Tanda Bukti Pembayaran (TBP) dan Surat Tanda Setoran (STS).

Pada modul ini juga diakomodasikan kebutuhan pembukuan bendahara dan pertanggungjawabannya berupa BKU beserta buku-buku pembantunya dan laporan pertanggungjawaban bendahara baik pertanggungjawaban transaksi, pertanggungjawaban administratif maupun pertanggungjawaban fungsional.

Modul Pertanggungjawaban

Modul aplikasi yang mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan laporan keuangan, dimulai dari Jurnal yang kemudian diposting ke buku besar, buku besar dijadikan dasar untuk membuat neraca saldo. Berdasarkan neraca saldo disusun Laporan Keuangan yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Arus Kas serta Catatan Atas Laporan Keuangan.

Modul ini mengakomodasi kebutuhan entitas akuntansi, baik pada tingkat SKPD, tingkat PPKD, maupun tingkat Pemerintah Daerah. Dengan demikian, modul ini dapat menghasilkan jenis-jenis laporan sesuai dengan kebutuhan pada setiap tingkatan tersebut

Modul Non Core System

Modul Non Core System merupakan modul aplikasi pendukung dari SIPKD, terdiri dari modul pinjaman, piutang, asset, gaji dan Sistem Informasi Eksekutif-Regional SIKD. Modul aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan modul core system, baik pada aspek database, reporting maupun untuk kepentingan rekonsiliasi. Sistem ini dapat berjalan, baik dalam lingkungan operasi online maupun offline.

Gambaran singkat ruang lingkup dari masing masing modul aplikasi adalah sebagai berikut:

Modul Pertanggungjawaban

Modul aplikasi yang mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan laporan keuangan, dimulai dari Jurnal yang kemudian diposting ke buku besar, buku besar dijadikan dasar untuk membuat neraca saldo. Berdasarkan neraca saldo disusun Laporan Keuangan yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Arus Kas serta Catatan Atas Laporan Keuangan.

Modul Pinjaman

Pinjaman Daerah merupakan alternatif sumber pembiayaan APBD dan/atau untuk menutup defisit. Pinjaman Daerah digunakan untuk membiayai kegiatan sesuai dengan peruntukannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Modul aplikasi pinjaman menyediakan fungsi pengukuran kinerja pengelolaan hutang daerah seperti umur hutang, jadwal pembayaran kepada pihak ketiga, modal/bunga/biaya transaksi, pembayaran kembali dan hutang yang belum terbayar (outstanding).

Modul Piutang

Piutang Daerah adalah jumlah uang yang wajib dibayar kepada pemerintah daerah dan/atau hak pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang sebagai akibat perjanjian atau akibat lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan atau akibat lainnya yang sah. Modul aplikasi piutang menyediakan fungsi pengukuran kinerja pengelolaan piutang daerah seperti umur piutang, jadwal penerimaan piutang, dan alokasi piutang yang akan dihapuskan.

Modul Aset

Aset Tetap adalah asset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Asset tetap diklasifikasikan menjadi 6 golongan yaitu Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan, Jalan Irigasi dan Jaringan, Asset Tetap Lainnya, serta Konstruksi dalam Pengerjaan. Modul aplikasi ini menghasilkan laporan antara lain buku inventaris (BI) dan buku inventaris induk (BII).

Modul Gaji

Modul aplikasi gaji berkaitan erat dengan data pegawai. Berdasarkan data pegawai tersebut dilakukan pemutahiran data gaji dan tunjangan serta kelengkapan dokumen-dokumen pendukung antara lain pembayaran gaji induk, gaji susulan, kekurangan gaji, gaji terusan, dan surat-surat pernyataan lainnya, sehingga menghasilkan laporan gaji pegawai. Aplikasi ini menghasilkan antara lain daftar gaji yang digunakan sebagai dasar penerbitan SPP Gaji.

Modul SIE

Modul SIE pada dasarnya adalah modul reporting yang memanfaatkan database baik pada core system maupun non core system. Sistem Informasi Eksekutif digunakan oleh manajemen pemerintah daerah dalam kaitannya dengan monitoring dan analisa pengelolaan keuangan daerah, laporan yang dihasilkan bersifat custom, dalam arti dapat disesuaikan, baik format maupun isi dengan kepentingan manajemen.

Modul Regional SIKD

Modul Regional SIKD merupakan modul SIE di tingkat propinsi (regional) yang menyajikan perbandingan informasi eksekutif pemerintah daerah kota/kabupaten yang ada di wilayahnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Agustus 2014
S S R K J S M
« Mei    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Top Rated

Statistik Blog

  • 4,698 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: